Bimtek Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta: Wujudkan Pembelajaran Bermakna di Madrasah

Jakarta Timur, 3 Juni 2026 – MTsN 28 Jakarta Timur menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Madrasah pada Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru MTsN 28 Jakarta Timur serta guru-guru yang tergabung dalam Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTsN 28 Jakarta Timur sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang relevan dengan perkembangan pendidikan saat ini.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan MTsN 28 Jakarta Timur ini dibuka secara resmi oleh Kepala MTsN 28 Jakarta Timur, H. Wisnu Arniady, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa transformasi pendidikan memerlukan kesiapan guru untuk terus belajar dan beradaptasi dengan berbagai pendekatan pembelajaran yang lebih humanis, bermakna, dan berpusat pada peserta didik.

“Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang mendalam, menyenangkan, dan membentuk karakter peserta didik. Melalui kegiatan ini, saya berharap seluruh peserta dapat memahami dan mengimplementasikan konsep Pembelajaran Mendalam serta Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran di madrasah,” ujar H. Wisnu Arniady.

Sebagai narasumber utama, Dra. Endang Sugiyanti, M.Pd.I., menyampaikan materi terkait konsep dan implementasi Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) serta Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam pembelajaran di madrasah.

Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) merupakan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga menekankan pemahaman yang lebih bermakna, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta kemampuan peserta didik dalam mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan nyata. Melalui pendekatan ini, peserta didik didorong untuk aktif mengeksplorasi, merefleksikan, dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan berkelanjutan.

Selain itu, narasumber juga mengulas Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menempatkan nilai-nilai kasih sayang, empati, penghargaan terhadap keberagaman, serta penguatan karakter sebagai fondasi dalam proses pendidikan. KBC mengajak seluruh pendidik untuk membangun suasana belajar yang aman, nyaman, dan penuh kepedulian sehingga peserta didik dapat berkembang secara optimal baik dari aspek akademik maupun karakter.

Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias melalui sesi diskusi, tanya jawab, dan berbagi praktik baik dalam mengimplementasikan kedua pendekatan tersebut di lingkungan madrasah. Berbagai pertanyaan dan pengalaman lapangan menjadi bagian penting dalam memperkaya pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh guru mampu mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta secara efektif dalam proses pembelajaran sehari-hari. Selain meningkatkan kompetensi pedagogik guru, kegiatan ini juga diharapkan dapat melahirkan inovasi pembelajaran yang lebih bermakna, membangun karakter peserta didik yang unggul, serta memperkuat budaya madrasah yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, serta siap menghadapi tantangan masa depan.