EKSPLORASI BUDAYA DAN SAINS: SISWA MTSN 28 JAKARTA TIMUR “MENJEJAK ILMU” DI KUDUS-JOGJAKARTA MELALUI RKP 2026

Mengusung semangat literasi dan observasi lapangan, sebanyak 155 siswa kelas 8 MTsN 28 Jakarta Timur sukses menyelenggarakan kegiatan Riset Kolaboratif Pembelajaran (RKP) yang berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 1 hingga 4 April 2026. Dengan mengangkat tema besar “Menjejak Ilmu Menapaki Kultur Budaya Islam Nusantara”, kegiatan ini bertujuan untuk membekali siswa dengan pengalaman belajar langsung di luar ruang kelas.

Perjalanan edukatif ini dimulai pada Rabu malam, 1 April 2026. Siswa berkumpul di  titik kumpul kawasan Kali BKT Cakung, saat rombongan dilepas langsung oleh Kepala Madrasah, H. Wisnu Arniady, S.Pd, M.Pd. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya menjaga adab selama perjalanan serta memaksimalkan rasa ingin tahu. “Jadikan perjalanan ini sebagai laboratorium hidup. Riset bukan sekadar tugas, tapi cara kalian mencintai ilmu dan budaya bangsa,” ujar beliau sebelum keberangkatan.

Hari Pertama: Menelusuri Jejak Wali di Kota Kudus

Tiba di Kudus pada Kamis pagi, 2 April 2026, siswa langsung menuju Masjid Menara Kudus. Di sini, siswa melakukan riset mengenai arsitektur Masjid Al-Quds yang sangat ikonik dengan menara serupa candi, yang melambangkan akulturasi harmonis antara Islam dan budaya Hindu. Kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam Sunan Kudus untuk meneladani nilai-nilai dakwah beliau yang dilakukan dengan penuh damai.

Eksplorasi di Kudus ditutup dengan kunjungan ke Museum Jenang Kudus. Di tempat ini, siswa tidak hanya belajar sejarah penganan lokal, tetapi juga membedah nilai budaya dan filosofi kemandirian ekonomi masyarakat Kudus yang terjaga turun-temurun. Di sini siswa menangkap nilai budaya Gusjigang. Filosofi Gusjigang merupakan warisan luhur dari Sunan Kudus (Syekh Ja’far Shadiq) yang menjadi napas utama di Museum Jenang Kudus. Sebagai sebuah trilogi, Gusjigang bukan sekadar singkatan, melainkan satu kesatuan konsep pembentukan karakter manusia yang ideal yang meliputi Trilogi Karakter : Gus (bagus akhlaknya/karakternya), Ji (Pandai dan selalu semangat mengaji/menguasai pengetahuan) dan Gang (Pandai dan kuat dalam Berdagang/berwirausaha/ mandiri secara ekonomi).

Hari Kedua: Harmoni Sejarah dan Kedahsyatan Merapi

Memasuki hari kedua di Jogjakarta, Jumat, 3 April 2026, rombongan menyambangi Candi Prambanan. Siswa mengamati kemegahan relief dan struktur bangunan Hindu terbesar di Indonesia tersebut sebagai bagian dari studi sejarah dan seni.

Adrenalin siswa mulai terpacu saat memasuki kawasan Merapi untuk kegiatan Lava Tour. Dengan menaiki Jeep adventure, siswa menyusuri jalur ekstrem sisa erupsi. Kunjungan ke Museum Sisa Hartaku memberikan gambaran emosional mengenai dampak erupsi 2010, sementara kunjungan ke situs Batu Alien menjadi bahan riset geologi yang menarik mengenai fenomena alam yang unik.

Hari Tercantik di Desa Wisata Pentingsari

Pada Sabtu, 4 April 2026, siswa menetap di Desa Wisata Pentingsari. Di sini, riset dilakukan secara lebih mendalam melalui interaksi dengan warga. Siswa belajar nilai budaya desa yang luhur yang selalu menekankan keadaban dalam bergaul, namun juga mendorong warganya untuk berkembang maju.

Siswa belajar mengenai sistem pemberdayaan UMKM melalui pengolahan kopi dan rempah tradisional seperti wedang jahe, wedang uwuk,  wedang pohpohan, wedang jeruk dan sereh Dimana semuanya merupakan ramuan dari berbagai rempah yang berkhasiat untuk Kesehatan tubuh. Tidak hanya itu, siswa juga turun ke sawah untuk praktik menanam padi, serta mengasah kepekaan seni dengan belajar gamelan dan tari tradisional.

Pengalaman Tak Terlupakan

Selain agenda riset formal, para siswa juga menikmati sisi eksotis Jogjakarta. Menjelajah kawasan Malioboro, merasakan kekhusyukan salat di Masjid Jogokaryan yang legendaris, hingga berburu oleh-oleh khas Jogja menjadi pelengkap kebahagiaan dalam perjalanan ini.

Apresiasi dan Kesan Siswa

Kepala Madrasah, H. Wisnu Arniady, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya RKP ini.

“Terima kasih kepada para wakil kepala madrasah, wali kelas, serta dukungan luar biasa dari orang tua siswa dan komite madrasah. Tanpa kolaborasi yang baik, kegiatan bermakna ini tidak akan terwujud. Harapan saya, hasil riset ini menjadi bekal karakter mandiri dan berwawasan luas bagi siswa,” ungkapnya.

Kesan positif juga datang dari para siswa. Hasan dari kelas 8E mengaku sangat terkesan dengan pengalaman di Merapi. “Saya terkesan Ketika ziarah makam dan masjid Sunan Kudus. Saya jadi lebih tahu tentang sosok Sunan Kudus dalam berdakwah di bumi Nusantara serta menegerti tentang arsitek dan ornamene masjid Al Aqsha yang penuh nilai budaya dan penghargaan nilai local Masyarakat”

Kemudian Rafli dari kelas 8B memiliki Kesan lain dari kegiatan RKP, Dimana lava tour Merapi sangat berkesan,  “Naik Jeep adventure itu seru banget, tapi pas masuk ke Museum Sisa Hartaku, saya jadi belajar banyak soal ketabahan warga Merapi,” tuturnya.

Sementara itu, Arfazila dari kelas 8B lebih menyukai kegiatan di Pentingsari. “Belajar menanam padi dan menari gamelan langsung di desa itu beda banget rasanya sama cuma baca di buku. Kita jadi benar-benar merasakan kultur budaya Nusantara kita,” pungkasnya penuh semangat.

Dengan berakhirnya RKP 2026 ini, diharapkan para siswa MTsN 28 Jakarta Timur dapat menyusun laporan riset dan membuat Vlog perjalanan edukatif yang berkualitas dan mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari. (Humas)